Thursday, June 3, 2010

masuknye gitar di indonesia

Masuknya Gitar di Indonesia

Penjajahan, selain menyisakan catatan kepedihan, juga seni. Salah satunya adalah dibawanya gitar oleh orang-orang Purtugis di sekitar abad ke-17.

Pada waktu itu sejumlah tawanan asal Portugis di Malaka dimukimkan oleh Belanda di kawasan berawa-rawa di Jakarta Utara, di sebuah kampung Tugu. Agar mereka tidak bosan, mereka menghibur diri dengan bermain musik. Nah, musik yang mereka gunakan saat itu adalah gitar. Konon, dari hasil pengenalan rakyat terhadap alat musik itu, lahirlah beberapa alat musik petik yang dimainkan untuk mengiringi lagu-lagu keroncong.

Ada 3 jenis gitar yang dimainkan para tawanan saat itu, yaitu :

1.Gitar Monica, yang terdiri dari 3 dawai
2.Gitar Rorenga, yang terdiri dari 4 dawai
3.Gitar Jitera, yang terdiri dari 5 dawai.

Dua abad kemudian gitar dan keroncong menjadi populer di kalangan bangsawan dan kemudian menyebar ke pelosok tanah air.

sejarah gitar

Sejarah gitar dipercaya dimulai di wilayah Timur Dekat. Di antara puing-puing yang di temukan di Babilonia, yang paling relevan adalah gitar yang dibuat pada 1900-1800 SM. Dari masa itu, hingga tahun 1650, gitar mengalami evolusi yang begitu rumit dan beraneka ragam. Begitu banyak jenis dan masing-masing memiliki nama yang berbeda.

Beberapa kalangan berpendapat lain, menganggap gitar justru berasal dari negara Spanyol karena alat musik gitar mirip sama alat musik Spanyol yang bernama Vihuela yang beredar pada awal abad ke-16. Alat baru ini (gitar) mempunyai cara pembuatan yang sama dengan alat musik ukulele. Gitar pertama kali yang dibuat sebenarnya berukuran sangat kecil dan juga hanya memiliki empat dawai, seperti ukulele.

Pada masa klasik banyak terdapat publikasi yang dilakukan oleh para pembuat lagu dan juga para pemusik. Seperti Fernando Sor, Mauro Guiliani, Matteo Carcassi, Fernando Caulli, dan masih banyak para pencipta yang mengembangakan metode bermain gitar yang akhirnya menjadi permainan yang umum dan dapat diterima.

Instrumen yang penting kontribusinya dalam perkembangan gitar adalah instrumen Cittern. Instrumen ini juga berbentuk menyerupai buah pir dengan bagian belakang yang rata, dengan empat atau lima pasang senar dari kawat dan dengan fretting yang permanen apakah itu diatonik seperti Appalachian Dulcimer ataupun chromatic seperti gitar modern. Tuning head sudah dipasang mirip seperti pada gitar atau mandolin. Stemannya sama dengan mandolin (in fifths) dengan fingering dan chord yang sama dan dimainkan dengan plectrum atau pick.

Four Course Guitar memiliki 4 pasang senar, body berbentuk gitar dan soundboard yang rata, bridge dari lute dan bagian belakang dibuat setengah melengkung tetapi tidak terlalu membentuk bulatan. Instrumen ini berukuran seperti gitar anak-anak.

Five Course Guitar muncul sekitar tahun 1490 dan mirip dengan four course guitar dengan tambahan satu pasang senar bass. Instrumen ini dinamakan juga English Guitar.

Ada pula Vihuela De Mano berasal dari Spanyol dan merupakan instrumen dengan enam pasang senar. Bodynya cukup besar seperti gitar klasik jaman sekarang dan mempunyai beberapa lubang suara di atasnya. Instrumen ini menggunakan fixed bridge dan kemungkinan merupakan nenek moyang langsung dari gitar 12 senar USA yang masuk ke Amerika Utara melalui Mexico, Texas dan Louisiana.

Masih banyak jenis gitar lainnya yang terus berkembang. Gitar seperti yang kita kenal sekarang, yaitu bersenam enam, baru muncul sekitar tahun 1750. Dan selama sekitar 90 tahun berikutnya (hingga tahun 1840), gitar senar enam ini cukup pesat berkembang di Spanyol.

Friday, May 28, 2010

jenis gitar antik

[Image: external.png][Image:  gitar1fl4.jpg]

[Image: external.png][Image:  gitar2om8.jpg]
[Image: external.png][Image:  gitar3qn2.jpg]

[Image: external.png][Image:  gitar4jy3.jpg]
Top
[Image: external.png][Image:  gitar5ru2.jpg]

Peace
[Image: external.png][Image:  gitar6gn2.jpg]


pengetahuan dasar memilih gitar akustik

Pengetahuan dasar memilih gitar akustik

acoustic electric guitarsBagi pemula memilih gitar adalah hal yang belum pasti karena mau main apa sih kepinginnya. Karena masa-masa awal bermusik biasanya kuping menyenangi semua denting gitar. Semua terdengar menarik dan ingin memainkannya. Namun pada dasarnya ada 2 kriteria yang patut dipahami sebelum salah pilih. Dan tentu bagi pemula gitar akustik dululah.

Gitar Nylon String
Gitar dengan snar nylon adalah termasuk katagori gitar klasik. Ciri-ciri gitar klasik adalah mempunyai neck atau fretboard yang lebar. Gitar ini biasanya dipakai memang untuk memainkan lagu-lagu klasik atau flamingo ya mexicoan atau spanyolanlah. Kalau pernah dengar lagu Romance de amor ini lagu klasik.

Kalau ingin memainkan lagu klasik pilihlah gitar dengan snar nylon. Banyak musisi besar datang dari memainkan klasik pada awalnya. Sehingga muncul genre yang kita kenal dengan klasik rock. Sebut saja nama Yngwi atau Blues Saraceno yang memainkan lagu klasik ‘Bouree’ dengan sangat manis dengan gitar elektrik. Musisi musik klasik yang sangat tenar dan mengguncang dunia klasik pada jamannya sampai sekarang adalah: John William, Al Di Meola, John Mc Laughlin (sekarang banyak di Jazz Blues).

Merek gitar klasik yang paling gampang dicari dan umum di Indonesia adalah Yamaha dari type G. Di Bandung dulu pernah beredar merek Genta keren juga. Merek lain di kota-kota besar beredar juga Fender sampai Gibson.

Gitar Steel String
Bagi pemula yang berencana belajar melodi, musik rock, blues atau tidak belajar klasik sebaiknya memilih gitar dengan snar steel ini. Ciri-ciri gitar ini mempunyai neck atau fretboard yang ramping.

Karena gitar ini bertali kawat baja maka kecenderungan stang akan menjadi bengkok. Ini masalah utama pada gitar steel string apalagi kalau ia murahan! Maka sebenarnya waktu milih gitar steel string kita harus mengerti stelan standar gitar. Ajaklah teman yang mengerti nyetem standar ini. Ada alat yang namanya ‘Tuner’ yaitu standar nada pada umumnya yang dipakai nyetem gitar biar nadanya standar. Kalau gitar tidak bisa distel standar, pemula yang kebanyakan belajar nyari lagu dari cd atau kaset nantinya susah mengikuti nada-nada tersebut. Kang Iwan Fals kalau manggung memakai gitar acoustic electric. Acoustic electric bagus kalau rencana mau record acoustic gitar dengan cara DI (direct input).

Saat memilih gitar juga perhatikan fret jangan sampai ada satu nada yang mati karena fret ketinggian di salah satu tempat. Bisa diperbaiki sih tapi kan repot. Cobalah ambil chord dekat dengan bodi. Saya biasanya juga melakukan cek nada satu persatu di atas fret. Lihat stang apa juga lurus dengan cara melihat dari ujung bodi ke headstok atau sebaliknya. Ya kayak membidik dengan senapanlah. Nggak usah malu karena pemula dari pada salah.

Acoustic Electric
Kalau emang milih gitar dengan electriknya sekalian, jangan lupa nyolokin ke amp cabinet yang biasanya juga ada di toko gitar.Tentu kalau ada amp yang acoustic. Ini penting sekali karena terkadang salah satu snar mempunyai sound out yang tipis. Atau frekuensinya tidak seimbang. Yang benar itu suara harus rata. Atau nanti waktu melodi satu snar nggak kedengaran. Terkadang dagangnya bilang kalau tahu anda pemula: ‘Biasa seperti itu kalau gitar akustik elektrik’. Itu sama sekali tidak benar!

Merek gitar string yang banyak beredar di Indonesia adalah Takamine dan sering juga saya lihat banyak musisi Indonesia yang pakai. Harga cukup murah. Namun kalau mau yang bermerek lain ada: Ovation, Martin, Taylor, Fender, dsb. Di hompage itu gitar akustik aku. Ovation black yang udah didandani perak. Ovation back bodinya enak nggak tebal.

Thursday, May 20, 2010

Daftar Kunci Gitar

Daftar Kunci Gitar

Daftar Kunci Gitar